May 2009


“Bu Shinta Moderator ya besok!” tiba2 p Jo muncul ketika aq sedang menyantap makan siang di meja. “Moderator apaan pak? Seminar besok? Waduuuh, jangan saya dong pak, P’ Wijang ajach” buru2 ku tolak kerjaan berat itu karena belum pernah sebelumnya. Lagi pula pembicaranya “kelas berat” sekelas p Ucok jd gak PD, Prof. Dr. Eko Indrajid,M.Sc dan satu lg dari Klub Guru Indonesia. “ Gak bisa, beliau harus talk show, Ok besok ya bu!”lanjutnya lagi. Tanpa bisa membatah lg kalo p Jo dah ngomong akhirnya” Iya dech pak, Sip lahhhh” dengan nada yakin padahal dalam hati Wahuuuuhhh celaka nih, kerjaan lg, kalo jelek bisa ancur reputasi……

Ku coba yakinkan hati “AQ PASTI BISA, KAN BIASA SEMINAR, MODERATOR AJA MAH KECIIIILL” tapi tetep aja gak yakin … :( . Abis ngajar malem ternyata dikasih kostum kaos yang superrr kegedean, mana gw lagi underweight lagihhh. Kebayang kalo gw pake celana+kaos itu kayak orang2an sawah…waaah bisa jd bahan tertawaan gw tar di atas panggung 450 lebih pasang mata memandang…duhhh, tambah gak PD jdnya, tawa P Rahmans n P Wijang menambah ketidakPDan ku. Celaka 12 kalo aq gak PD oleh saltum, pulang nya setelah ngopy brosur KNSI beres langsung fitting n kecilin kostum, daaaan Alhamdulillah BERHASIL. Jd lumayan PD, setelah baca2 materinya, Hmmm…jd PD, setelah minta doa dari orang2 terdekat jadi tambah PD dech :D .

DSCN1649Edit

Yesterday was the show time. Evrytn went just that way. I’ve tried to do my best. That’s all I could do. Let’ others give the judgmen. Thank god it ran well. Ada moment yg sedikit “menyentuh” dan bikin bener2 berasa artis. Ada yg nyalamin trus bilang “ Oh ini toh orangnya, saya selalu liat di koran tp gak kenal”. Duuhh, jd malu…hi…hiii… Alhamdulillah, puji syukur pada Allah atas kesempatan, kelapangan, pencerahan pikiran, dan kemudahan yang Dia berikan. Keberanian yg Dia berikan pada ku untuk mencoba, makin memantapkan hati bahwa KEBERHASILAN TAKKAN DATANG JIKA TIDAK MENCOBA, KETAKUTAN HANYA MENGHAMBAT KEBERHASILAN, KEYAKINAN PADA ALLAH AKAN MENDATANGKAN NIKMAT TIADA TARA…

100_3378 Banyak kesalahan mengambil   langkah di masa lalu, meskipun langkah yang tepat lebih buanyak..he..he… Wish there is a second chance for me to fix those all stuffs to be better, hopefully. Priceless lessons from the journey of my life make me grow up.

Last week self evaluation made me understand a lot of thing that I’m nothing but shinta who’s trying to be like a star. Shining on the sky all night long, disappear when the sun shine but will shine again when the dark came. Making all people happy in the dark night when they are looking at it. What a happy life if that could be happen…

Azan Zuhur berkumandang, panggilan Allah harus sgera dijawab. Kuraih mukena menuju rumah-Nya. Setelah selesai kucurahkan isi hati ini dalam lantunan doa nan panjang. Seorang anak kecil memanggil ku. “ Halo bu? Kenal gak sama Gery” Ucapnya tiba2. Sambil berpikir, ini anak siapa karena aq gak kenal sma skali, begitu di sebut nama itu ku piker mhs atau apa. “ Itu lho bu front office di bank x”. Oooh, I c now. Nih anak yg selalu temen ku Gery bilang adiknya. “ Wah adik dari mana bu, dia itu mantan ku, pernah nembak tapi aq tolak. Kira2 sebulan yg lalu. Emang ibu kenal dimana? Enak lho sebenernya jalan ama dia aq gak pernah keluar duit. Nih kontak lens dia yg beliin. Selalu kirim pulsa, bawaain cokelat. Tapi gimana ya bu, aq dah punya pacar sih jd aq tolak”.

Trus apa hubungan dengan ku pikirku saat itu, ku jelaskan kalo aq hanya kenal sekali lewat dan ketemu beberapa kali, secara gw orang terkenal gtu lho..he..he… “ Iya bu dia sering jemput aq di sini, di depan itu lhoo…”. “ Emang dia ngapain sms in ibu, dia kalo sms 3 x sehari jam 6, 12, 7 pasti, tp aq gak pernah bales, malah aq marah2in dia” celotehnya lg. “ Emang kapan terakhir ibu ketemu? Aq dah gak kontak lagi setelah aq marahin 1 bulan lalu kira2. Dia kontak ibu lg satu bulan lalu kan kira2 ya?”.

Dalam hati ini berkata, apa sebenarnya maksud nih anak cerita begitu, meski beberapa tebakannya bener. Toh aq Cuma kenalan aja si Gery, gak lebih. Dan aq gak pernah deket dengan nih anak kok tiba2 bahas ini dan bisanya gak pernah ketemu di masjid. Tapi memang Gery cerita kalo dia pernah tanya2 tentang aq ama nih anak yg dia bilang adiknya. Hmmmm, gak ngerti juga nih skenario.

Banyak orang2 aneh ternyata di luar sana. Kitanya lurus, belum tentu orang mandang yg sama. Kepala boleh sama hitam tapi hati orang cuma Allah yg tau. Ya Allah, hanya kepada Mu ku mohon pertolongan dan perlindungan. Dengan nama Mu aq melangkah, dengan ridho Mu aq berjalan.

Judulnya agak lebai, tapi itulah yang ku rasakan. Awalnya hanya seorang yang punya cita2 sederhana, ingin menyenangkan bunda dengan memiliki pekerjaan tetap bersatus dosen untuk sementara selagi menanti panggilan kerja yg diharapkan. Ternyata, dari niat awal ini lah yang membawaku ke posisi saat ini.

Awalnya seorang yang bermodal nekat dan otak pas2an, demi mewujudkan impian menimba ilmu di UI rela meninggalkan kenyamanan di bawah pelukan bunda, berangkat ke luar pulau. Di sini lah dimulainya penempaan diri, meskipun kuningan tidak akan pernah jadi emas, tapi paling tidak kilaunya bisa sedikit menyilaukan mata yang memandang :D …. beruntungnya Sang pandai besi adalah orang2 yang memang ahli dibidangnya sehingga dengan tangan dingin mereka, aq berhasil ditempa menjadi seperti saat ini.

Ketika ditempa, sakit dan berat memang, tekanan hebat, panas yang membakar, dingin yang menusuk hingga tulang telah mengisi kekosongan hingga sedikit2 mulai berisi dan berbentuk… dan ketika itu pula lah orang2 mulai melirik wujud yang dihasilkan meskipun belum sempurna…

Terimakasih ku ucapkan untuk para pandai besi yang telah bekerja keras membentuk ku dan tetap mengawasiku ketika aq sudah mereka lepas. Mudah2an aq bisa mengasah, menengkilapkan diriku sendiri sehingga berguna bagi yang lain disekitarku.

Prestasi bukan bagian dari misi, tapi jadi jati diri.

Bukan jadi kebanggaan, tapi jadi beban.

Bukan akhir pejalanan, tapi awal langkah kemudian.

DSCN3369